Sabtu, 19 Maret 2022

Terung Susu (Solanum mammosum)

 

Terung Susu (Solanum mammosum L.)

Kalau ditanya, tahun berapa kamu pertama kali melihat buah terung susu? Jawaban saya ya.. tahun 2022 hehehe. Pertama kali melihatnya, pikirku biasa saja sih, tapi bikin saya penasaran untuk mencari informasi lebih tetang buah ini. Kok bisa ya buahnya seperti ini? Apa sih namanya? Bentuknya kok bisa lucu gini? Apakah buah ini bisa dimakan? kata ponakan saya yang membawa buah ini: “tanam saja bijinya sebagai tanaman hias!”. Hmmm.. menarik untuk dicoba.

Tadi saya katakana, bahwa saya mencari informasi tentang buah ini. Ternyata daunnya berduri, duri yang muncul dari tulang-tulang daunnya. Waaa .. bahaya juga kalau ditanam sebagai tanaman hias.

Terung susu yang nama ilmiahnya Solamun mammosum L. asalnya dari Amerika Selatan. Disebut juga tyty fruit atau nipple fruit di Negara Amerika. Di Cina namanya five fingered eggplant, terlihat jelas ya seperti jari manusia. Di jepang dinamai fox face. Selain tomat, kentang dan terung ungu, terung susu juga tergolong kelas Dikotil, ordo solanales, familia solanaceae dan genus solanum.

Habitus tanaman ini yaitu semak yang tingginya dapat mencapai 1,5 meter. Batangnya berkayu, tegak, berbentuk bulat. Selain daun yang berduri, ternyata batangnya juga berduri. Buah yang masih muda berwarna hijau, buah yang tua berwarna kuning cerah.

  Gambar 1. Buah terung susu (dokumentasi pribadi)

Walaupun buahnya lucu dan menarik namun, buah ini tidak dapat dimakan secara langsung karena beracun. Meskipun beracun, ternyata buah ini berkhasiat obat. Khasiat buah ini untuk mengobati kanker, kencing manis, darah tinggi, kanker rahim dan sebagai obat cacing.

Bagian yang digunakan untuk pengobatan yaitu biji dan buahnya. Biji digerus kemudian diseduh air panas. Sedangkan buahnya direbus, kemudian air rebusannya diminum.

Kandungan senyawa kimia yang bermanfaat misalnya solasodin yang merupakan komponen utama pembuatan pil KB. Selain itu, solasodin dapat menyebabkan sifat infertilitas pada laki-laki dengan pengaruh samping yang rendah.

Tanaman ini lebih indah dipandang jika dijadikan tanaman hias, pelengkap buket bunga dan memperindah meja tamu dengan vas penuh bunga.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Terung_susu

https://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/18/04/16/p7a3mo359-terong-beracun-ini-bikin-orang-tertawa

http://repository.ugm.ac.id/digitasi/index.php?module=cari_hasil_full&idbuku=455

https://majalah.stfi.ac.id/terong-susu-yang-mencuri-perhatian-mahasiswa-stfi/

 

 

Selasa, 19 Januari 2021

 MORFOLOGI BUNGA (FLOS)

 

A.     Struktur Bunga

Bunga merupakan salah satu alat perkembangbiakan (Organum Reproductivum) yang generatif yang mengalami persarian/penyerbukan (Pollinatio) dan pembuahan (Fertilisatio). Bunga dibentuk oleh meristem apeks, khusus yang berkembang dari ujung pucuk vegetatif. Bunga merupakan penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan tersebut.

Bagian-bagian bunga yaitu :

1.      Tangkai bunga (Pedicellus), bagian bunga yang jelas bersifat batang yang berfungsi mendukung daun-daun bunga dan kelaminnya.

2.       Dasar bunga (Receptacullum), ujung tangkai yang melebar yang berfungsi untuk melekatnya daun-daun bunga serta kelaminnya yang duduk amat rapat atau dengan yang lain.

3.     Hiasan bunga yakni kelopak (Calyx), mahkota / tajuk (Corolla), tenda bunga (Perigonium). Kelopak (Calyx) terdiri dari sejumlah daun kelopak atau Sepalae yang berwarna hijau atau berwarna dan menutupi bunga ketika masih kuncup. Mahkota (Corolla) terdiri dari sejumlah daun mahkota atau Petalae. Sedangkan tenda bunga (Perigonium) terdiri dari daun tenda atau Tepalae.

4.       Kelamin bunga yang menghasilkan sel kelamin jantan (Spermatozoid) adalah benang sari (Stamen) dan putik (Pistillum) yang tersusun dari daun buah (Carpella) akan menghasilkan sel kelamin betina (Ovum). Keseluruhan benang sari disebut Androecium dan keseluruhan putik disebut Gynoecium.

Bunga dapat dibedakan atas :

1.       Bunga lengkap (Flos Completus) yang terdiri atas 1 lingkaran daun-daun kelopak, 1 lingkaran daun-daun mahkota, 1 atau 2 lingkaran benang-benang sari dan satu lingkaran daun-daun buah.

2.       Bunga yang tidak lengkap (Flos Incompletus), yaitu jika salah satu hiasan bunga atau kelamin bunga tidak ada.

B.      Tipe-tipe pembungaan

Bunga Angiospermae terdiri dari bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga tunggal adalah bunga yang terdiri atas satu tangkai bunga, satu bunga yang lengkap maupun tidak lengkap yang tumbuh pada sumbu terminal maupun sumbu ketiak suatu tumbuhan. Sedangkan bunga majemuk adalah bunga yang memiliki 1 ibu tangkai bunga yang mendukung beberapa bunga.

 

Bagian-bagian bunga majemuk :

1.       Ibu tangkai bunga (pedunculus, p. communis, rachis), terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk

2.       Tangkai bunga (pedicellus), Cabang ibu tangkai bunga yang mendukung bunganya

3.       Dasar bunga (receptaculum), Ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya

4.       Daun-daun pelindung (bractea), Bagian-bagian  serupa daun yang dari ketiaknya muncul cabang-cabang  ibu tangkai atau tangkai bunganya

5.       Daun-daun  tangkai (bracteola), Satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga

6.      Seludang bunga (spatha), Daun pelindung yang besar untuk melindung bunga majemuk yang belum mekar. Contoh: bunga kelapa (Cocos nucifera L.)

7.       Daun-daun pembalut (brachea involucralis), Sejumlah daun pelindung yang tersusun dalam satu lingkaran

8.    Kelopak tambahan (epicalyx), Bagian serupa daun berwarna hijau yang tersusun dalam satu lingkaran dibawah kelopak 

 

Bunga majemuk terbagi atas bunga majemuk tak berbatas (Inflorescentia racemosa/ Inflorescentia  Botryoides / Inflorescentia Centripetala), bunga majemuk berbatas (Inflorescentia Cymosa/ Inflorescentia Centrifuga / Inflorescentia Definita) dan bunga majemuk campuran (Inflorescentia Mixta). Penjabaran bunga majemuk dapat anda baca di bawah ini.

a.       Bunga majemuk tak berbatas (Inflorescentia racemosa/ Inflorescentia  Botryoides / Inflorescentia Centripetala)

Bunga majemuk tak berbatas terbagi lagi atas 2 bagian berdasarkan ada tidaknya cabang dari ibu tangkai bunga yaitu :

1). Pedunculus tak bercabang

 Tabel 1. Pedunculus tak bercabang

TIPE

CONTOH

Tandan (Racemus/botrys)

Kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)

Bulir (Spica)

Bunga jarong (Stachytarpheta jamaicensis) Vahl.

Untai/bunga lada (Amentum)

Sirih (Piper betle L.)

Tongkol (Spadix)

Jagung (Zea mays L.)

Bunga payung (Umbella)

Bunga tapak kuda (Centella asiatica Urb.)

Bunga cawan (Corymbus/ anthodium)

Bunga matahari (Helianthus annuus L.)

Bunga bongkol (Capitulum)

Bunga petai (Parkia speciosa Hassk.)

Bunga periuk (Hypanthodium)

Bunga awar-awar (Ficus septica Burm.)

 

2). Pedunculus bercabang

Tabel 2. Pedunculus bercabang

TIPE

CONTOH

Malai (Panicula)

Bunga mangga (Mangifera indica L.)

Malai rata (Corymbus ramosus)

Bunga soka (Ixora grandiflora Zoll. Et Mor.)

Bunga payung majemuk (Umbella Composita)

Bunga wortel (Daucus carota L.)

Bunga tongkol majemuk (Spadix Composita)

Bunga kelapa (Cocos nucifera L.)

Bulir majemuk (Spica Composita)

Bunga jagung (Zea mays L.)

 

b.       Bunga majemuk berbatas (Inflorescentia cymosa / Inflorescentia Centrifuga/ Inflorescentia / Inflorescentia Definita)

Bunga majemuk berbatas dibedakan dalam 3 macam yaitu :

1)    Monochasial, jika ibu tangkai hanya mempunyai 1 cabang

2)    Dichasial, jika dari ibu tangkai keluar 2 cabang yang berhadapan

3)    Pleiochasial, jika dari ibu tangkai keluar lebih dari 2 cabang pada suatu tempat yang sama tinggi dengan ibu tangkai

Tabel 3. Bunga majemuk berbatas

TIPE

CONTOH

Anak payung menggarpu (Dichasium)

Bunga melati (Jasminum sambac Ait.)

Bunga tangga/ bercabang seling (Cincinus)

Bunga patikan (Heliotropium indicum L.)

Bunga sekerup (Bostryx)

Bunga kenari (Canarium commune L.)

Bunga sabit (Drepanium)

Famili juncaceae

Bunga kipas (Rhipidium)

Famili iridaceae

 

4)      Bunga majemuk campuran (Inflorescentia mixta )

Bunga majemuk campuran merupakan campuran antara sifat-sifat bunga majemuk berbatas dengan bunga majemuk tidak berbatas. Misalnya bunga johar (malai dan malai rata), bunga soka (malai rata dan anak payung menggarpu), dan bunga kenari, (malai, bunga sekerup).

 

C.      Hiasan Bunga

Hiasan bunga terdiri atas Kelopak bunga (Calyx), Mahkota bunga (Corolla), dan Tenda bunga (Perigonium). Penjabarannya dapat anda baca di bawah ini :

 

1.       Kelopak (Calyx)

Kelopak atau calyx merupakan pelindung bunga yang belum mekar, hiasan bunga yang masih jelas berasal dari daun. Kelopak bukan daun pemikat berbeda juga dengan kelopak tambahan. Menurut pelekatan daun kelopak, kelopak dapat dibedakan yaitu kelopak yang :

a.     Berlekatan (calyx gamospalus, calyx synsepalus), hanya bagian bawah kelopak yang berlekatan. Panjang pendeknya pancung di bagian atas kelopak, dibedakan atas 3 macam kelopak yaitu :

1)    Berbagi (partitus), pancung-pancungnya panjang lebih dari separuh panjang kelopak,

2)    Bercangap (fissus), pancung-pancungnya separuh panjang kelopak,

3)    Berlekuk (lobatus), pancung-pancungnya pendek, bagian berlekatan lebih panjang.

b.     Sepala terpisah (calyx polysepalus, calyx chorysepalus, calyx eleutherosepalus), kelopak tidak saling berlekatan sama sekali.


Menurut simetri bunga, kelopak dibedakan dalam 2 golongan yaitu :

a.   aktinomorf (calyx actinomorphus, calyx regularis), setangkup. Misalnya bentuk bintang, tabung, terompet, mangkuk, piala, corong, lonceng dll.

b.   zigomorf (calyx zygomorphus)

1)     Bertaji (calyx calcaratus), bunga pacar air (Impatiens balsamina L.).

2)     Berbibir (calyx labitus), bunga salvia (Salvia splendens Ker-Gawl).

2.       Mahkota (Corolla)

Mahkota (Corolla) merupakan salah satu hiasan bunga yang berada di sebelah dalam kelopak. Umumnya berukuran besar, berwarna indah, menarik, berbau harum (nektar) yang berfungsi untuk melindungi alat kelamin bunga.

Menurut perlekatan daun-daun mahkota, dibedakan atas mahkota yang,

a.   Berlekatan (corolla sympetala, corolla gamopetala), tabung, pinggiran dan leher, sisik, rambut

b.   Lepas (corolla chorypetala, corolla polypetala, corolla eleutheropetala), kuku daun (unguis), helaian (lamina)

Menurut bentuknya, mahkota dibedakan atas mahkota yang,

a.   Aktinomorf /Beraturan. Misalnya berbentuk :

-     Bintang (rotatus/stellatus), bunga cabai  (Capsicum annuum L.)

-     tabung (tubulosus), bunga matahari

-     terompet (hypocrateriformis), bunga pepaya (Carica papaya L.)

-     mangkuk (urceolatus),

-     corong (infundibuliformis), bunga kecubung (Datura metel L.)

-     lonceng (campanulatus), bunga ketela rambat (Ipomoea batatas L.)

b.   Zigomorf/ setangkup tunggal

-     Bertaji (calcatus), bunga anggrek larat

-     Berbibir (labiatus), bunga kemangi

-     Kupu-kupu (papilionaceus), bunga kacang tanah

-     Bertopeng (palatum), bunga mulut singa

-     Pita (ligulatus), bunga pinggir dari bunga matahari

Warna bunga masing-masing bunga bervariasi dapat anda lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4 . Warna Mahkota Bunga

No

Warna bunga

Nama ilmiah

No

Warna bunga

Nama ilmiah

1

Putih

Albus

14

Kuning

Flavus

2

Putih murni

Candida, novea

15

Kuning jeruk nipis

Citrinus

3

Putih susu

Lacterus

16

Kuning belerang

Sulphureus

4

Putih perak

Argenteus

17

Kuning jerami

Stramineus

5

Keputih-putihan

Albidus

18

Kuning pucat

Luridus

6

Putih pucat

Pallidus

19

Kekuning-kuningan

Flavescens

7

Merah

Ruber

20

Coklat

Brunneus

8

Merah bata

Lateritius

21

Pirang

Fulvus

9

Merah karmin

Puniceus

22

Coklat karat

Ferrugineus

10

Merah darah

Cruentus

23

Coklat kotor

Lurideus

11

Merah padam

Flammeus

24

Ungu

Violaceus

12

Orange

Autantiacus

25

Purpur

Purpureus

13

Ungu pucat

Lilacinus

26

Keunguan

Purpurasceus

 

 

3.   Tenda bunga (Perigonium)

Tenda bunga (Perigonium) merupakan hiasan bunga yang tidak dapat dibedakan antara kelopak dan mahkota, baik bentuk maupun warnanya. Menurut bentuk dan warnanya dapat dibedakan dalam 2 golongan :

a.     Serupa kelopak (calycinus), cth : palmae

b.     Serupa mahkota (corollinus), cth : anggrek, lilia, amarilis

 

D.     Kelamin Bunga

1.   1) Benang sari (stamen)

Benang sari dapat anda bedakan atas 3 bagian berikut ini :

a.     Tangkai Sari (Filamentum), berdasarkan jumlah berkas dan perlekatannya dapat juga anda bedakan atas 3 bagian yaitu :

1.     Stamen berberkas 1 (monadelphus), semua tangkai pada bunga berlekatan menjadi 1. Contoh: kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

2.     Stamen berberkas 2 (diadelphus), stamen terbagi 2 kelompok dan berlekatan. Contoh: papilionaceae

3.     Stamen berberkas banyak, 1 bunga banyak stamen. Cth: bunga kapok

b.     Kepala sari (Anthera), bagian stamen yang terdapat pada ujung filamentum, berbentuk bulat, jorong, bulat telur, bangun kerinjal dan lain-lain. Kepala sari terdiri atas 2 ruang sari (theca), 2 kantung sari (loculumentum) dan serbuk sari (pollen).

Hubungan antara kepala sari dengan tangkai sari dapat anda bedakan atas :

1.     Tegak (innatus atau basifixus)

2.     Menempel (adnatus)

3.     Bergoyang (versatilis)

 

1.     2) Putik (Pistillum)

Putik (Pistillum) merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya, putik adalah alat kelamin betina yang salah satu bagian mengandung sel telur yang setelah dibuahi oleh sel sperma yang berasal dari serbuk sari.

Bagian-bagian putik yaitu : Daun buah (carpellum), merupakan daun bunga yang mengalami metamorfosis membentuk gynaecium, bagian putik yang mengandung sel telur disebut bakal biji (ovulum), tangkai kepala putik (stylus) yaitu bagian putik berbentuk benang/tabung sempit, kepala putik (stigma) merupakan bagian teratas yang terletak pada ujung tangkai, dan bakal buah (ovarium) yaitu bagian terbesar yang duduk pada dasar bunga.

Menurut letaknya terhadap dasar bunga anda dapat membedakan bakal buah yaitu :

a.   Bakal buah menumpang (superus), dasar bunga cembung, rata atau cawan

b.   Bakal buah setengah tenggelam (hemi inferus), dasar bunga cekung (mangkuk/piala)

c.   Bakal buah tenggelam (inferus), mangkuk/piala

Bunga banci atau berkelamin 2 (hermaphroditus) yaitu bunga yang terdapat kelamin jantan dan betina disebut bunga sempurna atau bunga lengkap sedangkan bunga berkelamin tunggal (unisexualis) adalah bunga yang hanya memiliki salah satu dari alat kelamin bunga. Bunga kelamin tunggal dapat anda bedakan menjadi :

-     Bunga jantan (flos masculus)

-     Bunga betina (flos femineus)

-     Bunga mandul/tidak berkelamin

Selain itu, kelamin bunga dapat juga anda bedakan sebagai berikut :

1.   Berumah 1 (monoecus): bunga jantan dan bunga betina pada 1 individu. Misalnya: jagung (Zea mays L.)

2.   Berumah 2 (dioecus): bunga jantan dan bunga betina terpisah individunya. Misalnya: salak (Zalacca edulis Reinw.)

3.   Poligam (Polygamus), bunga jantan, bunga betina, bunga banci terdapat dalam 1 tumbuhan. Misalnya: papaya (Carica papaya L.)

 

E.  Dasar Bunga (Receptacullum)

Dasar bunga (Receptacullum) merupakan ujung tangkai bunga, tempat melekatnya calyx, corolla, stamen dan stylus. Dasar bunga dapat mengalami perkembangan sebagai berikut :

a.   Hipantium (hypanthium), Dasar bunga berbentuk seperti cangkir atau tabung dan daun kelopak, tajuk dan benang sari melekat ditepinya. Contoh : Rosaceae

b.   Torus, Dasar bunga berbentuk kubah yang tinggi dan bakal buah melekat di sisi-sisinya.  Contoh : Arbei (Fragraria vesca)

c.   Pendukung tajuk bunga (anthophorum), Dasar bunga tempat duduknya daun-daun tajuk bunga. Contoh: Anyelir (Dianthus caryophyllus L.)

d.   Pendukung benang sari (androphorum), Dasar bunga meninggi atau memanjang dan menjadi tempat duduknya benang sari. Contoh:  Maman (Gynandropsis pentaphylla D.C.)

e.   Pendukung putik (gynophorum), Dasar bunga yang khusus menjadi tempat duduknya putik. Contoh: teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce.)

f.    Pendukung benang sari dan putik (androgynophorum), Dasar bunga yang meninggi dan mendukung benang sari dan putik diatasnya. Contoh: markisah (Passiflora quandrangularis L.)

g.   Cakram (discus), Peninggian berbentuk cakram yang seringkali mempunyai kelenjar madu. Contoh : bunga Jeruk (Citrus sp.)

F.      Rumus Bunga

Hiasan bunga merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas. Bagian-bagian pokok bunga yang digunakan dalam membuat rumus bunga yaitu :

1.     Kelopak (Calyx) yang dinyatakan dengan huruf K

2.     Mahkota (Corolla) yang dinyatakan dengan huruf C

3.     Tenda bunga (Perigonium) yang dinyatakan dengan huruf P

4.     Benang sari yang dinyatakan dengan huruf A (Androecium)

5.     Putik yang dinyatakan dengan huruf G (Gynaecium)

Selain huruf, untuk membuat rumus bunga harus dilengkapi dengan lambang maupun angka. Lambang, bertalian dengan simetri bunga (simetri satu / zygomorphus ­ dan simetri banyak /actinomorphus ß dan jenis kelaminnya (bunga banci / hermaphroditus, bunga jantan dan bunga betina ♀). Sedangkan angka menunjukkan jumlah masing-masing bagian bunga. Tanda kurung biasa ( ) menunjukan hiasan bunga atau kelamin bunga dinyatakan berlekatan, tanda kurung siku [ ] menunjukan salah satu hiasan atau salah satu kelamin bunga dinyatakan saling berlekatan, tanda _ menunjukan bakal buah yang menumpang pada dasar bunga, dan tanda ¯ menunjukan bakal buah yang tenggelam di dalam dasar bunga. Bakal buah yang setengah tenggelam tidak ditunjukan dengan tanda apapun.

Salah satu contoh bunga yang dapat anda pelajari adalah bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherrima L.) yaitu merupakan bunga banci, bersimetri banyak, tersusun dari 5 daun-daun kelopak yang berlekatan, 5 daun-daun mahkota, 10 benang-benang sari yang tersusun dalam 2 lingkaran, sehelai daun buah yang menyusun putik yang bakal buahnya menumpang.

Jawab :  Ã¬ K (5), C 5, A (5+5), G (1)  

 

G.     DIAGRAM BUNGA

Tanda-tanda dalam menggambar bunga yang dapat anda pakai untuk membuat diagram bunga yaitu :

a.                a. Hiasan bunga : bentuk sabit

  1. Benang sari : elips
  2. Putik  bagian dalam bunga
  3. Braktea dan brakteola : sabit kecil
  4. Bagian belakang tempat bunga muncul : lingkaran kecil

H.      Penyerbukan dan Pembuahan

1.     Penyerbukan (pollinatio)

Jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (Angiospermae) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (Gymnospermae).

Macam-macam penyerbukan :

1.     Penyerbukan sendiri (autogamy), jika serbuk sari suatu bunga menyerbuki putik bunga itu sendiri.

2.     Penyerbukan tertutup (kleistogamy), jika serbuk sari suatu bunga menyerbuki putik bunga itu sewaktu bunga masih belum mekar atau memang bunga tidak mekar.

3.     Penyerbukan terbuka (kasmogamy), jika serbuk sari suatu bunga menyerbuki putik bunga itu sewaktu bunga sudah mekar.

4.     Penyerbukan tetangga (geitonogamy), jika serbuk sari suatu bunga menyerbuki putik bunga lain pada tumbuhan itu juga.

5.     Penyerbukan silang (allogamy, xenogamy), jika penyerbukan terjadi antara bunga-bunga tumbuhan yang berlainan tetapi masih sejenis.

6.     Penyerbukan bastar (hybridogamy), jika penyerbukan terjadi antara bunga-bunga tumbuhan yang berlainan dan berlainan pula jenisnya.

Menurut perantara :

1.     Perantara angin (anaemophyly,anemogamy),

2.     Perantara air (hydrophyly, hydrogamy)

3.     Perantara binatang (zoidiophyly, zoidiogamy)

a.     Serangga (entomophyly, entomogamy)

b.     Burung (ornithophyly, ornithogamy)

c.     Kelelawar (chiropterophyly, chiropterogamy)

d.     Siput (malacophyly, malacogamy)

 

2.     Pembuahan (fertilisatio)

            Peleburan sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga di dalam bakal biji dengan suatu inti yang berasal dari serbuk sari. Serbuk sari yang jatuh di stigma perlu memiliki cara untuk mengirim inti sperma yang dibentuknya ke sel telur. Hal itu diuapayakan oleh serbuk sari dengan membentuk tabung sari. Tabung sari yang membawa kedua inti sperma didalamnya tumbuh menembus tangkai putik. Kemudian masuk ke ruang bakal biji hingga mencapai mikropil dan sel telur.

Sebuah inti sperma bersatu dengan inti sel telur sehingga menjadi zigot. Inti sperma yang kedua akan bersatu dengan kedua inti polar ditengah kantung embrio. Penyatuan ini menghasilkan inti endosperm yang setelah membelah-belah lebih lanjut menghasilkan endosperm. 

 

RANGKUMAN

 

1.     Bagian-bagian bunga adalah tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacullum), hiasan bunga, dan kelamin bunga.

2.     Bunga terdiri dari bunga lengkap (Flos Completus) dan bunga yang tidak lengkap (Flos Incompletus)

3.     Bunga Angiospermae terdiri dari bunga tunggal dan bunga majemuk

4.     Bunga majemuk terbagi atas bunga majemuk tak berbatas (Inflorescentia racemosa/ i. Botryoides/ i. Centripetala), bunga majemuk berbatas ( Inflorescentia cymosa/ i. Centrifuga/ i. Definita) dan bunga majemuk campuran (Inflorescentia mixta)

5.     Dasar bunga (Receptacullum) terbagi atas hipantium, torus, pendukung tajuk bunga, pendukung benang sari, pendukung putik, pendukung benang sari dan putik, cakram

6.     Rumus bunga dapat diselesaikan dengan menggunakan huruf, angka, dan tanda baca sesuai dengan kriteria membuat rumus bunga.

7.     Diagram bunga dapat diselesaikan dengan simbol-simbol yang ada sesuai kriteria menggambar diagram bunga.

8.     Buah, biji dan lembaga akan terjadi setelah terlebih dahulu pada bunga terjadi peristiwa penyerbukan dan pembuahan.

 

Daftar Pustaka

-          Sumardi, I. & Pudjoarinto, A. 1996. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan.  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Tinggi. Yogyakarta.

-          Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. GMUP. Yogyakarta.