Rabu, 26 Oktober 2011

Summary

Masagca, J. T. 2009. Feeding Ecology of Tree Mangrove Sesarmid Crabs.
Biotropia The Southeast Asia Journal of Tropical Biology 16(1): 2-3.
By : Dece Elisabeth Sahertian 
 
BAHAN DAN METODE
Lokasi Penelitian
            Lokasi pengumpulan dan pengamatan dilaksanakan pada : I. daerah mangrove Palsabangon di Pagbilao, Quezon, Filipina ; II. Terusan Maqueda di bagian Bicol, daerah Mangrove di teluk Agojo, San Andres dan daerah Mangrove Palnab-Pajo, Catanduanes, Filipina.

Ketergantungan memperoleh makanan dari lingkungan hutan mangrove, kemampuan  memanjat hewan arboreal dan perilaku menggali lubang.

Sampel kepiting mangrove dikumpulkan dengan tangan dan ambai kemudian ditempatkan pada perangkap. Pengumpulan dilakukan pada pagi dan malam hari dari sepanjang sungai daerah mangrove, anak sungai, teluk, dan daerah penyangga atau garis pantai dan pengumpulan dilakukan dari bulan Juni 2005 sampai Februari 2006.

Penelitian ekologis tentang perilaku memperoleh makanan dilakukan pada plot terpilih di Rawa Mangrove Palnab-Pajo, Catanduanes selama bulan Oktober dan Desember 2005, sedangkan di daerah mangrove Palsabangon di Pagbilao, Quezon penelitian telah berakhir dari bulan Januari sampai Februari 2006. Penelitian ekologis sesarmid yang dilaksanakan pada setiap daerah mangrove mengikuti metode Gillikin (2000). Pada hutan mangrove terpilih,  kehadiran atau ketidakhadiran jenis kepiting ditentukan dengan pengamatan visual pada plot dengan ukuran diameter 10 m sepanjang transek yang tegak lurus garis pantai, yang mencakup keseluruhan luas hutan. Penelitian ini meneliti kurang lebih 10 plot sepanjang 100 sampai 200 m panjang transek di dalam daerah penelitian.

Kemunculan dan pemunculan kembali sesarmid

Selama bekerja di lapangan, masing-masing plot awalnya diamati dengan menggunakan binokuler dari jauh kira-kira 6 – 20 meter dan jenis kepiting yang dikenal kemudian dicatat dan dibuat laporan. setelah itu, pengamatan dengan mata biasa dilakukan dengan bantuan dua orang peneliti yang dikerjakan pada sisi berlawanan dari plot kira-kira 30 meter, mengikuti Hartnoll et al. (2002) dan Skov et al. (2002). Sebagai modifikasi, peneliti dan asisten lapangan telah diposisikan pada dua perahu yang terpisah ketika plot diamati. Peneliti mendekati plot pada daerah penelitian dan suatu gangguan telah dibuat oleh sesarmid (tiap lumpur, ranting atau cabang tumbuhan mangrove) dijadikan tempat berlindung di dalam liang atau lubang dan daun, kayu dan ranting melindungi lubang tersebut. Sewaktu individu pertama sesarmid akan muncul atau muncul kembali maka, akan dilaporkan. Pengamatan ini dilakukan sepanjang hari pada air surut. Siklus harian dan bulanan tidak digunakan dalam pengamatan. Prosedur tersebut adalah modifikasi yang dikerjakan Gillikin (2000), Harrtnoll et al. (2002) dan Skov et al. (2002).

06/12/2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar